home about linkies tutobies


Looking for what?!



Welcome to My Blog


Assalamualaikum.
I'm Lintang.
I come from Indonesia.
Thankyou for visiting my blog
Hope you enjoy my posts : )

Here's my social media links, thankyou.



Leave your footprint here




A R C H I E V E




© 2014 - Skins by Yuki. Bascode by Dhy. and Edited by Alya. And i edited this for last.

Cute icons are from Pixeliette
Sabtu, 25 Mei 2013 | 2 Comments

Assalamualaikum!
Gini, mumpung ndak ada yang serius mau kuceritakan. Aku cerita tentang pemaksaan aja. Sekali lagi, biar tegas

PEMAKSAAN

oke, aku mulai. Pernah nggak kalian gini ngalamin nasib kayak Sutedjo ini *nama disamarkan*

Sutedjo bersahabat dengan Sutardji. Suatu hari, Sutardji mengajak Sutedjo untuk makan malam di Cafe Sensor. Berikut ajakan Sutardji : "Djo, ntar malem makan di Cafe Sensor yuk. Sekalian disana ada Paimin, Suminah, Arwana, Gurami, dan Tenggiri". Sebenarnya Sutedjo merasa berat. Karena, ia tidak begitu akrab dengan Paimin, Suminah, Arwana, dan spesies ikan lainnya itu. Tapi, karena Sutedjo sangat menghargai sahabatnya,Sutardji, maka iapun menyanggupi permintaan Sutardji tersebut.
Sesampainya di Cafe Sensor, Sutardji hanya sibuk mengobrol dengan Paimin, Suminah, dan ikan-ikan yang lain. Sesekali, Sutardji melihat Sutedjo karena hanya ingin memastikan Sutedjo masih ada disana. Sebenarnya, Sutedjo merasa sangat dikacangin dan tidak dianggap. Akhirnya, Sutedjo permisi pulang dengan alasan "Ada yang nunggu di rumah, aku pulang duluan ya".
Sutedjo bukannya tidak ingin ikut dengan teman-teman Sutardji. Tetapi, ia merasa tidak sekelompok dengan mereka. Sutedjo sangat menghargai Sutardji. Tapi, ia tidak bisa memaksakan dirinya tetap disana. Karena, berada disana dengan wajah penuh senyum adalah cara Sutedjo menghargai kegiatan Sutardji.Walaupun sebenarnya ia tidak ingin terlibat di dalamnya.

Dari kisah Su-Terdjo-Tardji itu, udah bisa kali deskripsikan aku hari ini. Aku gak bisa masuk ke kelompok yang tidak se'jurusan' dengan aku. Maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai. Maksud hati ikut bergabung, apa daya tak sesuai. Yah, begitulah. Ngenes

Kalau kalian pernah ngalamin itu., aku punya beberapa solusi sesat untuk kalian:
+ Tetap jawab "IYA" walaupun sebenarnya nggak
+ Jangan memaksa diri menyesuaikan pikiran dengan kelompok tsb. Gak akan bisa. Percayalah.
+ Sabar, tunggu timing yang tepat.
+ Permisi pulang dengan alasan yang benar. Seperti : 'Rumah kosong, gak ada yang jaga.'
+ Jangan pakai alasan yang tidak benar seperti : 'Disini tidak ada sinyal, aku tak bisa hidup disini, aku harus mengurus twitterku, juga petsociety ku'. Karena kamu bisa diangkat lalu dimasukkan kantong asoi sama kawan-kawanmu
+ Tetap bersikap baik dengan semuanya
+ Jika ada waktu yang  kira-kira pas, katakan pada sahabatmu bahwa kamu tidak bisa bergabung dengan mereka. Harap menghargai.

Yah, kalau aku sih, itu solusinya. Jadi gak ada yang menyakiti dan nggak ada yang tersakiti.

Oke, sekian. Awas anjing galak. Assalamualaikum!
 
 
 
 

Anonymous Anonim mengatakan...

Ini kayaknya cerita kitalah, Lin. Tega kamu. Retak hati adek, bang (kata sheren)

 
Blogger Lintang A Pramesti mengatakan...

ini sheren ni yang komen? -_-

 

Posting Komentar

Napa? Bingung? Ndak ngerti? Mau copas?
Komen lah ha komen~